Biografi Joseph Pulitzer - Perintis Penghargaan Jurnalisme Pulitzer

Biografi Joseph Pulitzer - Perintis Penghargaan Jurnalisme Pulitzer
Mereka yang berprofesi dibidang jurnalisme, pasti mengetahui atau pernah mendengar tentang Penghargaan Pulitzer, Penghargaan Pulitzer merupakan sebuah apreasiasi atau penghargaan tertinggi dalam dunia Jurnalisme di dunia. Penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang sastra dan gubahan musik. Penghargaan Pulitzer pertama diberikan pada 4 Juni 1917, dan sejak beberapa waktu lalu, mulai diumumkan setiap tahunnya pada bulan April. Perintis penghargaan ini adalah Joseph Pulitzer. Beliau merupakan seorang jurnalis dan penerbit surat kabar Hungaria-Amerika pada akhir abad ke-19. Artikel kali ini akan membahas mengenai Biografi dari Joseph Pulitzer yang merupakan perintis penghargaan pulitzer. Joseph Pulitzer dilahirkan pada tanggal 10 April 1847 di Makó, Hungaria. Awalnya pulitzer meniti karier sebagai seorang tentara di Kerajaan Austria. Namun tak lama setelahnya ia diberhentikan karena masalah kesehatan. Pulitzer kemudian beremigrasi ke AS pada 1884 dan menjadi anggota ketentaraan yang berdinas dalam Perang Sipil Amerika (1861-1865).

Usai perang ia menetap di St. Louis, Missouri dan bekerja sebagai wartawan di sebuah koran harian berbahasa Jerman, Westliche Post. Setelah itu ia bergabung dengan Partai Republik dan berhasil terpilih sebagai anggota dewan di negara bagian Missouri pada 1869. Akan tetapi setelah gagal mengusung Horace Greeley sebagai presiden AS pada pemilu masa itu, Partai Republik mengalami kemunduran. Pulitzer pun loncat ke Partai Demokrat. Pada 1872, Pulitzer membeli surat kabar Post seharga USD 3.000 dan setahun kemudian ia menjual surat kabar itu dengan harga berlipat. Pada 1879, ia membeli surat kabar St. Louis Dispatch dan St. Louis Post yang kemudian digabungkannya menjadi satu dengan nama St. Louis Post-Dispatch yang kemudian diubah namanya lagi menjadi koran St. Louis saja. Di masa inilah, Pulitzer meraih kesuksesan besar dan berhasil mengumpulkan harta kekayaannya.

Tahun 1882, Pulitzer mengakuisisi surat kabar New York World. Setelah dikelolanya, surat kabar yang semula telah mengalami defisit USD 40.000 berubah total dengan meraup untung sejumlah USD 346.000 dalam setahun. Hal ini bisa terjadi karena Pulitzer merombak habis-habisan arah pemberitaan surat kabar tersebut. Pulitzer mengisi New York World dengan sajian-sajian berita human-interest, skandal, gosip dan berita-berita sensasional lainnya di mana pada masa itu gebrakan ini belum dilakukan oleh media-media lain. Pada 1885, Pulitzer terpilih sebagai anggota DPR AS (House of Representatives). Namun sayangnya beberapa bulan kemudian ia mengundurkan diri. Tahun 1887, Pulitzer merekrut seorang jurnalis terkenal AS masa itu, Nellie Bly untuk memperkuat redaksi New York World. Sebelumnya pada tahun 1895, surat kabar ini semakin menjulang popularitasnya karena untuk pertama kali dalam sejarah pers menyajikan serial komik berwarna (komik The Yellow Kid karya Richard F. Outcault). Oplah koran pun kian menggelembung dari 15.000 menjadi 600.000 eksemplar per hari yang membuatnya menjadi surat kabar terbesar AS pada masa itu.

Tahun 1892, Joseph Pulitzer menawarkan uang sejumlah USD 2 juta ke Universitas Columbia, AS untuk mendirikan sekolah jurnalis pertama. Awalnya, tawaran itu ditolak pihak universitas karena menganggap Pulitzer mungkin punya motif tertentu. Akan tetapi setelah terjadi pergantian pimpinan universitas, barulah tawaran itu mulai dipertimbangkan. Namun pendirian sekolah jurnalisme ini baru benar-benar direalisasikan pada tahun 1912 setelah Pulitzer mangkat. Bagaimanapun, di saat menanti kepastian pendirian sekolah jurnalisme di Universitas Columbia, Pulitzer telah berhasil mendirikan sekolah serupa di Universitas Missouri. Joseph Pulitzer meninggal tahun 1911 di atas kapal pesiar peristirahatannya yang sedang berlabuh di Charleston, South Carolina. Ia kemudian dimakamkan di Bronx, New York.

Biografi Joseph Pulitzer - Perintis Penghargaan Jurnalisme Pulitzer
Bentuk Penghargaan Pulitzer
Biografi Joseph Pulitzer - Perintis Penghargaan Jurnalisme Pulitzer
Foto Jurnalisme Terbaik yang mendapat Penghargaan Pulitzer
Nama Pulitzer kemudian diabadikan menjadi sebuah nama penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalisme di dunia yaitu Penghargaan Pulitzer. Penghargaan diberikan dalam kategori-kategori yang berhubungan dengan jurnalisme, kesenian dan surat-surat. Hanya laporan yang diterbitkan dan foto-foto hasil karya surat kabar atau organisasi berita harian yang berbasis di Amerika Serikat saja yang berhak menerima penghargaan jurnalisme.

Referensi :

- http://id.wikipedia.org/wiki/Joseph_Pulitzer
- http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Pulitzer


Biografi dr Lo Siaw Ging - Dokter Teladan

Hampir semua masyarakat Solo pasti sudah tahu atau mengenal nama dr Lo Siaw Ging, Dokter yang satu ini menjadi buah bibir di Solo maupun di media karena kedermawanannya, meskipun usianya yang sudah lanjut, selama ia berpraktik menjadi dokter, ia tidak pernah meminta bayaran dari pasien yang ia obati, bahkan terkadang ia membantu pasien yang tidak mampu menebus obat dengan uang yang dimiliki oleh dr Lo Siaw Ging sendiri, hal ini menjungkirbalikkan hal yang biasa orang bicarakan yaitu "Orang miskin dilarang sakit" karena biaya berobat mahal. Dr Lo Siaw Ging sang Dokter Teladan ini memiliki visi yang sama dengan dr lie Dharmawan yang juga salah satu dokter yang patut untuk diteladani karena mereka sangat peduli dengan orang yag kurang mampu. Tidak seperti kebanyakan dokter dokter yang memiliki kehidupan yang kaya atau berkecukupan luar biasa, kehidupan dr Lo Siaw Ging sangat sederhana.

Biografi dr Lo Siaw Ging
dr Lo Siaw Ging Lahir di Magelang, 16 Agustus 1934, Lo tumbuh dalam sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang merupakan pengusaha tembakau yang moderat. Ayahnya bernama Lo Ban Tjiang dan ibunya bernama Liem Hwat Nio, keduanya memberi kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih apa yang dinginkan. Salah satunya adalah ketika Lo ingin melanjutkan SMA ke Semarang, karena dia menganggap tidak ada SMA yang kualitasnya bagus di Magelang ketika itu.

Setamat SMA, Lo Siaw Ging menyatakan keinginannya untuk kuliah di kedokteran. Ketika itu, ayahnya hanya berpesan jika ingin menjadi dokter jangan berdagang. Sebaliknya jika ingin berdagang, jangan menjadi dokter. Rupanya, nasehat itu sangat membekas di hati Lo. Maksud nasehat itu, menurut Lo Siaw Ging, seorang dokter tidak boleh mengejar materi semata karena tugas dokter adalah membantu orang yang membutuhkan pertolongan. Kalau hanya ingin mengejar keuntungan, lebih baik menjadi pedagang yang berarti "Jika ingin kaya jangan menjadi Dokter tetapi jadilah seorang pedagang."
”Jadi siapa pun pasien yang datang ke sini, miskin atau kaya, saya harus melayani dengan baik. Membantu membantu orang itu tidak boleh membeda-bedakan. Semuanya harus dilakukan dengan ikhlas. Profesi dokter itu menolong orang sakit, bukan menjual obat,”
Lo Siaw Ging sudah menjadi dokter sejak 1963, Lo Siaw Ging mengawali karir dokternya di poliklinik Tsi Sheng Yuan milik Dr Oen Boen Ing (1903-1982), seorang dokter legendaris di Solo. Pada masa orde baru, poliklinik ini berkembang menjadi RS Panti Kosala, dan kini berganti nama menjadi RS Dr Oen. Selain dari ayahnya, Lo Siaw Ging mengaku banyak belajar dari Dr Oen. Selama 15 tahun bekerja pada seniornya itu, Lo Siaw Ging mengerti benar bagaimana seharusnya menjadi seorang dokter. ”Dia tidak hanya pintar mengobati, tetapi juga sederhana dan jiwa sosialnya luar biasa,” kata mantan Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo.

Dokter Lo Siaw Ging menjadi istimewa karena tidak pernah memasang tarif. Ia juga tak pernah membedakan pasien kaya dan miskin. Ia justru marah jika ada pasien yang menanyakan ongkos periksa padahal ia tidak punya uang. Bahkan, selain membebaskan biaya periksa, tak jarang Lo juga membantu pasien yang tidak mampu menebus resep. Ia akan menuliskan resep dan meminta pasien mengambil obat ke apotek tanpa harus membayar. Pada setiap akhir bulan, pihak apotek yang akan menagih harga obat kepada sang dokter.
"Saya tahu pasien mana yang mampu membayar dan tidak. Untuk apa mereka membayar ongkos dokter dan obat kalau setelah itu tidak bisa membeli beras? Kasihan kalau anak-anaknya tidak bisa makan"
Perlakuan ini bukan hanya untuk pasien yang periksa di tempat prakteknya, tapi juga untuk pasien-pasien rawat inap di rumah sakit tempatnya bekerka, RS Kasih Ibu. Alhasil, Lo harus membayar tagihan resep antara Rp 8 juta hingga Rp 10 juta setiap bulan. Jika biaya perawatan pasien cukup besar, misalnya, harus menjalani operasi, Lo tidak menyerah. Ia akan turun sendiri untuk mencari donatur. Bukan sembarang donatur, sebab hanya donatur yang bersedia tidak disebutkan namanya yang akan didatangi Lo.

Apa yang dikatakan Lo Siaw Ging tentang membantu siapa pun yang membutuhkan itu bukanlah omong kosong. Ketika terjadi kerusuhan Mei 1998 lalu misalnya, Lo tetap buka praktek. Padahal para tetangganya meminta agar dia tutup karena situasi berbahaya, terutama bagi warga keturunan Tionghoa. Namun, Lo tetap menerima pasien yang datang. Para tetangga yang khawatir akhirnya beramai-ramai menjaga rumah Lo.


“Banyak yang butuh pertolongan, termasuk korban kerusuhan, masak saya tolak. Kalau semua dokter tutup siapa yang akan menolong mereka?” kata Lo yang juga lulusan Managemen Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Indonesia.

Hingga kerusuhan berakhir dan situasi kembali aman, rumah Lo tidak pernah tersentuh oleh para perusuh. Padahal rumah-rumah di sekitarnya banyak yang dijarah dan dibakar. Kini, meski usianya sudah hampir 80 tahun, dr Lo Siaw Ging tidak mengurangi waktunya untuk tetap melayani pasien. Setiap hari, Rumah dr Lo di Jalan Yap Tjwan Bing No 27, Jagalan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, tampak selalu dipadati warga yang mengantre untuk berobat kepada dr. Lo Siaw Ging. Setiap hari, dr Lo mulai buka praktik pukul 06.00 dan pukul 16.00. Saat siang, ia melayani pasien di Rumah Sakit Kasih Ibu di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Setelah istirahat dua jam, ia kembali buka praktek di rumahnya sampai pukul 20.00.
“Selama saya masih kuat, saya belum akan pensiun. Menjadi dokter itu baru pensiun kalau sudah tidak bisa apa-apa. Kepuasan bagi saya bisa membantu sesama, dan itu tidak bisa dibayar dengan uang,”.
Menurut Lo Siaw Ging, istrinya memiliki peran besar terhadap apa yang ia lakukan. Tanpa perempuan itu, kata Lo, ia tidak akan bisa melakukan semuanya. “Dia perempuan luar biasa. Saya beruntung menjadi suaminya,” ujar Lo tentang perempuan yang ia nikahi tahun 1968 itu.

Puluhan tahun menjadi dokter, dan bahkan pernah menjadi direktur sebuah rumah sakit besar, kehidupan Lo tetap sederhana. Bersama istrinya, ia tinggal di rumah tua yang relatif tidak berubah sejak awal dibangun, kecuali hanya diperbarui catnya. Bukan rumah yang megah dan bertingkat seperti umumnya rumah dokter.
“Rumah ini sudah cukup besar untuk kami berdua. Kalau ada penghasilan lebih, biarlah itu untuk mereka yang membutuhkan. Kebutuhan kami hanya makan. Bisa sehat sampai usia seperti sekarang ini saja, saya sudah sangat bersyukur. Semakin panjang usia, semakin banyak kesempatan kita untuk membantu orang lain.”
Alumni dari Universitas Airlangga tahun 1962 yang sempat mencicipi pendidikan di Manajemen Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, periode 1981-2004. Setelah pensiun dari kursi direktur, suami dari Maria Gan May Kwee tersebut tetap melayani pasien di rumah sakit yang sama dan di tempat praktiknya sekaligus rumahnya di Jagalan, Jebres, Solo, sampai kini. Setiap akhir bulan, apotek langganan dokter Lo Siaw Ging akan memberikan tagihan obat yang besarnya bervariasi antara ratusan ribu hingga sepuluh juta per bulan. Untuk pasien yang sakit parah, dokter Lo juga menyediakan dana pribadi untuk keperluan rawat pasien di Rumah Sakit Kasih Ibu. Di tengah biaya obat-obatan yang mahal, pelayanan rumah sakit yang sering menjengkelkan, dan dokter yang lebih sering mengutamakan materi, keberadaan Lo Siaw Ging memang seperti embun yang menyejukkan. Rasanya, sekarang ini tidak banyak dokter seperti Dr Lo.

Referensi :

- http://www.kaskus.co.id/thread/5296ee493dcb170f13000052/lo-siaw-ging-dokter-tanpa-tarif
- http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/02/kisah-dr-lo-di-solo-dokter-yang-tak-pernah-minta-bayaran-ke-pasiennya
- http://regional.kompas.com/read/2013/11/30/1156008/Dr.Lo.Kalau.Mau.Kaya.Ya.Jangan.Jadi.Dokter.tapi.Pedagang

Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com


Biografi Ferdinand Porche - Pendiri Perusahaan Mobil Porsche

Biografi Ferdinand Porche - Pendiri Perusahaan Mobil Porsche
Bagi para pecinta otomotif, pasti mengenal nama "Porsche". Sebuah nama perusahaan otomotif yang melahirkan mobil dengan desain yang mewah dan juga sporty. Pendirinya adalah Ferdinand Porsche yang  merupakan pendiri perusahaan produsen mobil merk Porsche yang berbasis di Jerman pada tahun 193, ia seorang teknisi yang menciptakan mobil Volkswagen pertama.  Insinyur otomotif Jerman Ferdinand Porsche pada usia muda, ia memiliki ketertarikan dalam bidang teknologi, dan terutama tertarik dengan hal hal yang berhubungan dengan listrik. Porsche bekerja sebagai insinyur kendaraan yang sukses dari tahun 1800-an sampai 1931, ketika ia mendirikan perusahaannya sendiri. Pada tahun 1934, Porsche dan putranya, Ferdinand Anton Ernst Porsche, berkolaborasi untuk mengembangkan desain pertama dari mobil Volkswagen.

Biografi Ferdinand Porche
Pendiri Porsche ini dilahirkan pada tanggal 3 September 1875 Maffersdorf, Austria, Ferdinand Porsche menjadi terpesona dengan listrik di usia muda. Pada tahun 1893, ketika ia baru berusia 18 tahun, Porsche mendapat pekerjaan di Bela Egger & Co, sebuah perusahaan listrik di Wina yang kemudian berganti nama Brown Boveri. Ditahun yang sama, ia terdaftar sebagai mahasiswa di Imperial Technical University di Reichenberg yang sekarang disebut Vienna University of Technology. Setelah hanya beberapa tahun bekerja di Bella Egger & Co, Porsche yang bekerja sebagai pengawas benar-benar membuat terkesan atasannya oleh kemampuan teknologi dan keterampilannya sehingga ia dipromosikan dari seorang karyawan untuk posisi seorang manajer.

Tahun 1897 penuh dengan tonggak bersejaraha untuk Porsche. Tahun itu, ia membangun sebuah electric wheel-hub motor, konsep mesin ini sebenarnya telah dikembangkan oleh penemu Amerika Wellington Adams lebih dari satu dekade sebelumnya, dan kemudian porsche mulai bekerja di Departemen Electric Car yang baru dibuat di Hofwagenfabrik oleh Jacob Lohner & Co, sebuah perusahaan yang bermarkas di Wina milik Angkatan Darat Austria-Hongaria bersama Imperial dan Royal Army, Tiga tahun kemudian, kemampuan rekayasa mesin Porsche menjadi sorotan internasional di Paris, saat mesin roda-hub-nya digunakan untuk menyalakan mesin buatan Jacob Lohner. Co baru dikembangkan dengan sistem kendaraan non transmisi di Car Fair 1900. Untuk kepuasan yang besar, mesin roda-hub Porsche mendapat pengakuan luas.

Kemudian pada tahun 1900, Mesin Porsche diuji perlombaan di sirkuit Semmering, dekat Wina, dan menang. Rekayasa Porsche dibidang mesin terus berlanjut pada jalur yang sukses. Setelah bekerja di Lohner selama hampir delapan tahun, pada tahun 1906, ia menjadi manajer teknis dari perusahaan Austro-Daimler. Pada tahun 1923, ia pindah ke perusahaan Daimler-Motoren-Gesellschaft yang berbasis di Stuttgart dan menjadi seorang manajer teknis dan anggota dewan eksekutif. Di sana, karir menyoroti nya termasuk mengawasi pembangunan kompresor mobil Mercedes. Untuk prestasinya, Porsche menerima gelar kehormatan doktor oleh Technical University Imperial pada tahun 1917. Pada tahun 1937, ia dianugerahi Hadiah Nasional Jerman untuk Seni dan Sains.

Porsche kemudian meninggalkan Daimler pada tahun 1931 untuk membentuk perusahaannya sendiri, yang ia beri nama "Dr. Ing hc F. Porsche GmbH., Konstruktionen und Beratung für Motoren und Fahrzeuge," nama tersebut menurut Dokumen Commercial Register di bulan April 1931. Pada tahun 1934, Porsche menjadi sangat terlibat dalam proyek "mobil rakyat" yang dirintis oleh Adolf Hitler. Tahun itu, ketika ia bekerja pada proyek, anaknya Anton Ernst Porsche yang lahir tahun 1909 yang juga dikenal sebagai Ferry kemudian bersamanya mengembangkan desain pertama untuk mobil Volkswagen. Dari titik pada, ayah dan anak bekerja sama.

Selama Perang Dunia II, Porsche dan putranya dipekerjakan oleh Hitler untuk menghasilkan tank berat yang dinamakan Tank King Tiger yang merupakan tank yang paling ditakuti oleh sekutu ketika perang dunia II. Porsche mengajukan prototipe dengan sistem penggerak canggih yang unggul di atas kertas, tetapi tidak di medan perang. Rancangannya Rawan kerusakan dan juga cacat desain, kemudian sebuah perusahaan pesaingnya (Henschel & Sohn) mendapat kontrak untuk memproduksi tank Panzer. Sembilan puluh sampai seratus chassis Porsche Macan diproduksi dan kemudian beberapa diubah menjadi tangk perusak (Panzerjäger) yang disebut dengan nama Ferdinand.

Biografi Ferdinand Porche - Pendiri Perusahaan Mobil Porsche
Biografi Ferdinand Porche - Pendiri Perusahaan Mobil Porsche

Ketika perang berakhir pada 1945, Porsche ditangkap oleh tentara Perancis dan kemudian menjalani hukuman penjara 22 bulan. Sementara ia dipenjara, Anaknya Ferdinand Anton mengawasi penciptaan mobil balap baru, Cisitalia, produk dari perusahaan Porsche. Ketika bebas dari penjara, Tim ayah dan anak ini melanjutkan untuk membuat sejarah pada tahun 1950, ketika mereka memperkenalkan mobil sport Porsche. Porsche meninggal di Stuttgart pada tanggal 30 Januari 1951, pada usia 75. Hampir 60 tahun kemudian, pada tahun 2009, Museum Porsche dibuka di Zuffenhausen, pinggiran Stuttgart.

Referensi :

- http://www.biography.com/people/ferdinand-porsche-9542414
- http://id.wikipedia.org/wiki/Porsche


Biografi Thierry Hermes - Pendiri Hermes

Biografi Thierry Hemers - Pendiri Hermes
Biografi Thierry Hermes - Pendiri Hermes. Bagi para pecinta fashion terutama kalangan wanita nama produk Hermes sudah tidak asing di telinga mereka. Produk Hermes merupakan suatu produk terkenal di dunia fashion Internasional, yang menelurkan produk produk berkualitas bagi kaum wanita seperti tas dan juga aksesoris lainnya. Produk hermes sendiri harganya yang sangat mahal dan juga kualitas dari produk ini yang terbilang sangat istimewa sehingga banyak digilai oleh para kaum hawa. Produk hermes sendiri banyak dipakai oleh para selebriti, kaum jetset atau sosialita pecinta merk fashion terkenal. Menggunakan produk seperti tas hermes berarti menunjukan simbol status pada seseorang yaitu kekayaan dan kemakmuran. Produk dengan merk Hermes sendiri berasal dari Kota Paris yang merupakan pusat mode dunia. Perusahaan yang membuat produk Hermes sendiri sudah lama berdiri sejak tahun 1837 dan sampai sekarang ini, perusahaan itu sendiri sudah banyak mengeluarkan produk produk dengan kualitas yang tinggi serta mewah. Pendiri perusahaan Hermes yang membuat kemudian membuat produk bernama hermes yaitu Thierry Hermes yang lahir pada tahun 1801 di Krefeld, Jerman.

Ayahnya juga bernama Thierry Hermes yang berasal dari perancis serta ibunya bernama Agnese Kuhnen yang berasal dari Jerman. Thierry Hermes terlahir sebagai orang perancis karena tempat lahirnya waktu itu Krefeld masuk dalam wilayah kekaisaran Perancis di bawah kekuasaan Napoleon Bonaparte. Ketika seluruh keluarganya terkena penyakit dan juga wilayahnya dilanda perang, ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Perancis pada tahun 1821.

Sejarah Merk Hermes
Di kota perancis kemudian ditahun 1837, ia membangun sebuah bengkel industri kecil yang nama bengkel sesuai dengan namanya belakangnya. Ketika itu Thiery Hermes membuat produk produk yang ditujukan bagi para bangsawan bangsawan Eropa, tetapi saat itu ia belum mendirikan sebuah toko fashion yang seperti tas dan juga aksesoris lain. Produk yang ia buat ketika itu yaitu sepatu, Tali kekang dan juga pelana untuk kuda kuda para bangsawan. Itulah mengapa logo yang ada pada merk Hermes menggunakan simbol kereta kuda beserta kudanya.

Thierry Hermes kemudian menikah dengan Christine Petronille Pierrart, yang merupakan putri dari Joseph Pierrart dan Madeleine Corte. Mereka memiliki dua putra yang bernama Adolphe Hermès dan Charles-Émile Hermès. Nama anaknya yang terakhir yang kemudian mengembangkan bengkel industri ayahnya ketika Thierry Hermes wafat pada tahun 1878. Di bawah kendali Charles-Émile Hermès Bengkel industri warisan ayahnya berkembang pesat. Merk Hermes kemudian mulai dikenal luas ketika membuat dan masarkan tas tangan di tahun 1935 yang pada awalnya hanya memasarkan tas yang dipakai di kuda. Kemudian nama Hermes makin terkenal di dunia kaum sosialita Eropa pada tahun 1950.

Biografi Thierry Hemers - Pendiri Hermes

Biografi Thierry Hemers - Pendiri Hermes

Mengapa produk produknya seperti tas Hermes sangat mahal? Charles-Émile Hermès hingga sekrang ini tetap dengan filosofi membuat produknya tanpa menggunakan bantuan mesin segalanya dilakukan dengan tangan para pengrajin selain itu kualitas bahan juga sangat diperhatikan seperti tas hermes yang asli yang beredar sekarang ini dimana bahan bakunya dibuat dari kulit buaya asli yang sangat diperhatikan kualitasnya sehingga terlihat kesan mewah dan dan modelnya yang juga elegan sehingga itulah yang membuatnya menjadi tas mewah yang berharga sangat mahal namun banyak digilai oleh para kaum wanita diseluruh dunia. Hermes pun mengembangkan produk-produknya, tak hanya sekedar tas.

Hermes juga selain membuat tas, mereka juga membuat sejumlah produk fashion seperti perhiasan, ikat pinggang, dasi, jaket, atau parfum. Generasi penerus Hermes terus melakukan inovasi, termasuk membuat produk-produk khusus wanita. Hermes memang tahu bagaimana menciptakan produk unggulan yang kemudian digilai oleh kaum hawa. Tas Hermes ini merupakan satu dari sekian banyak produk Hermes yang selalu menjadi incaran. Tak heran bila harga tas ini bisa sangat tinggi dan mencapai harga puluhan juta. Bahkan, untuk tas-tas Birkin dengan desain tertentu bisa berharga ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Referensi :

- http://en.wikipedia.org/wiki/Thierry_Herm%C3%A8s
- http://lifestyle.bisnis.com/read/20131212/104/191990/inilah-alasan-tas-hermes-sangat-mahal-hingga-miliaran-rupiah

Kumpulan Biografi Tokoh Terkenal dan Tokoh Indonesia Lengkap www.kolom-biografi.blogspot.com